Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

LAKUNA - Ragisméni Kardiá

Gambar
Pagi itu  Disti  tampak kacau. Rambut panjangnya ia biarkan kusut dan tidak terawat. Wajahnya masih sembab karena terus-terusan menangis semalam. Lantai ubin Catansia masih basah karena kemarin ia langsung masuk begitu saja, lalu merebahkan tubuhnya di sofa. Dia tidak tidur di kamarnya, melainkan memilih tokonya yang setiap saat mengingatkan ia dengan  Atha - kekasihnya. Dia juga belum makan sejak kemarin. Dia enggan makan tanpa Atha ada bersamanya . Jelas saja, dapurnya masih bersih, tidak ada bekas spatula ataupun wajan di dekat w a stafel, piring dan gelasnya juga masih tertata di rak. Sayur dan daging yang sudah mereka sediakan selama satu minggu kedepan masih segar di dalam kulkas. Pagi tadi, dia tidak mendengar suara pisau yang mengiris daging, wortel dan bahan lainnya di dapur. Celemek yang kemarin digunakan masih terlentang manis di   samping kompor yang sudah mati. Mungkin Atha  lupa menaruh pada kaitannya yang ada di samping pintu dapur. Suasana tempat...