Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

LAKUNA - Kleines Mädchen

Gambar
Garis-garis kuning pembatas polisi membentuk kotak di dekat tembok yang penuh ceceran darah itu. Cipratan darah memenuhi tembok dan jalanan gang yang sempit. Orang-orang berkumpul, ketakutan dan antisipasi bahwa kota mereka sedang tidak aman. Hari ini belum ada mayat yang ditemukan . B elum lagi, pihak polisi melarang warga masuk dan mendekat ke arah pembatas yang sudah di pasang. Rawikara dan Niscala   tengah berada di sana memeriksa barang bukti. Mereka menemukan jari-jari seorang manusia. Di lihat dari bentuknya yang kecil dan halus, diduga itu adalah jari-jari milik seorang gadis. Apalagi beberapa kasus pembunuhan yang sekarang meresahkan warga dan pihak kepolisian itu memberikan kode keras, bahwa target si pembunuh adalah pasti seorang gadis muda.   “Sepertinya dia lebih suka membuat kekacauan. Dia semakin seenaknya saja , ” kata Niscala yang langsung di setujui dengan anggukan Rawikara. Lihat saja, korban-korban   yang ditemukan tewas sebelumnya , tidak ada sat...

LAKUNA - Paint d Epict

Gambar
  “Namamu Disti, kan ?” Lelaki itu menyandarkan sebelah tangannya pada kaca mobil, sementara tangan yang lainnya fokus memegang kemudi. Sebentar-sebentar dia menghela, sebentar-sebentar dia berdehem, membuat Disti  menoleh ke arahnya setiap kali lelaki itu membuat gerakan kecil  atau mengeluarkan suara. Kali pertama mereka bertemu di rumah sakit. Disti tidak pernah berpikir bahwa ia akan satu mobil dengan lelaki paruh baya itu. Ada luka sayatan berwarna hitam di punggung tangan kirinya. “Iya,” jawab Disti. “Jangan tegang hika bersamaku ya, santai saja,” kata lelaki itu sembari tersenyum. Disti mengangguk dan membalas senyumannya. “Bagi Arya kau pasti orang baik,” ujar lelaki itu terkekeh, sementara Disti hanya mengangkat kedua alisnya  bingung. Apa yang sudah dilakukan oleh Arya? Disti tidak mengerti, bukankah mereka baru bertemu beberapa kali dan mereka tidak begitu dekat. Ini adalah kali pertama Arya main ke tempatnya, mengunjungi tokonya. Lalu lelaki itu kecelakaa...