Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

LAKUNA - Ermittlung

Gambar
  Disti memperhatikan seorang lelaki yang tengah berdiri di bawah lampu pijar di seberang jalan tokonya. Sesekali pandangan lelaki itu tertuju pada tokonya hingga membuat gadis itu khawatir. Ia jadi teringat soal berita pembunuhan yang di dengar dari Paman Rawikara. Disti jadi parno. Ia pikir lelaki itu akan berbalik dan segera pergi, nyatanya tidak. Lelaki itu melangkah menuju tokonya. Disti segera mendekat ke arah pintu, mengambil sapu dan berdiri di belakang pintunya. “Permisi . ” Suara lelaki yang sudah tiba di depan tokonya itu membuat ia khawatir. Ia berpikir dua kali untuk segera keluar dari balik pintu. “Permisi.” Lelaki itu kembali berujar. Namun Disti hanya bergeming. Ia setengah memgintip dari lubang-lubang pintu yang kecil. “Permisi.” Lagi-lagi suara lelaki itu terdengar. Dengan penuh keberanian, akhirnya Disti keluar dari persembunyian. Betapa kagetnya ia saat melihat wajah lelaki itu. “Hei.” “Rupanya kau, selamat datang,” katanya ramah. Lelaki itu ad...

LAKUNA - Dies Irae

Gambar
  “Semuanya sudah dimasukkan , ” kata Rawikara se sudah Arya memeriksa perlengkapan melukisnya di kursi belakang jip yang akan mereka naiki. Arya mengangguk, lalu berputar dari depan jip, dan masuk, kemudian duduk di kursi penumpang yang ada di sebelah ayahnya. “Apakah Disti tidak akan marah kalau kau membawa peralatan melukismu ke rumahnya? Kau tidak akan merepotkannya , kan?” “Tentu saja tidak, ayah. Hanya memandangi para pengunjung yang keluar-masuk dari dalam toko itu rasanya membosankan. Dia nanti akan melarangku membantunya, padahal sekarang kondisiku sudah memulih.” Rawikara menyentuh bahu anaknya yang habis kejatuhan bangunan itu, lalau sntak Arya meringis kesakitan. . “Bukankah barusan kau bilan g kau baik-baik saja? Baru saja kusentuh bahumu kau sudah kesakitan, ” kata Rawikara. “Ayah terlalu menekannya, makanya sakit.” “Alasan.” Mobil j ip itu berhenti di depan toko Catansia. Rawikara membantu Arya mengeluarkan peralatan untuk melukis dan membawak...