LAKUNA - Ermittlung
Disti memperhatikan seorang lelaki yang tengah berdiri di bawah lampu pijar di seberang jalan tokonya. Sesekali pandangan lelaki itu tertuju pada tokonya hingga membuat gadis itu khawatir. Ia jadi teringat soal berita pembunuhan yang di dengar dari Paman Rawikara. Disti jadi parno. Ia pikir lelaki itu akan berbalik dan segera pergi, nyatanya tidak. Lelaki itu melangkah menuju tokonya. Disti segera mendekat ke arah pintu, mengambil sapu dan berdiri di belakang pintunya. “Permisi . ” Suara lelaki yang sudah tiba di depan tokonya itu membuat ia khawatir. Ia berpikir dua kali untuk segera keluar dari balik pintu. “Permisi.” Lelaki itu kembali berujar. Namun Disti hanya bergeming. Ia setengah memgintip dari lubang-lubang pintu yang kecil. “Permisi.” Lagi-lagi suara lelaki itu terdengar. Dengan penuh keberanian, akhirnya Disti keluar dari persembunyian. Betapa kagetnya ia saat melihat wajah lelaki itu. “Hei.” “Rupanya kau, selamat datang,” katanya ramah. Lelaki itu ad...