LAKUNA - Bangunan
Aku akan mendoakan kebahagiaanmu. Kebersamaan kita memang sangat singkat, tapi aku senang bertemu denganmu. Jika nanti kita bertemu kembali, maka kuharap kau tetap baik padaku. Kuharap pula, takdir bisa bersahabat dengan kita. Bocah laki-laki itu berwajah pias saat tahu bahwa gadis polos itu akan dibawa pergi. Lelaki paruh baya yang berada di gubuk kecil itu datang dan sebentar lagi adalah saat perpisahan. Gadis polos itu menunduk dan menangis, berat rasanya meninggalkan bocah laki-laki yang sudah begitu akrab dengannya. Disti terbangun tiba-tiba. Ia memimpikan bocah laki-laki itu lagi. Sebenarnya siapa dia? Dia amat tidak asing dengan gubuk yang ada di dalam mimpinya itu. Setelah mengatur nafas, Disti membuka selimut, lalu beringsut menuju meja rendah dan membuka laci kecil. Di dalam laci itu ada liontin, ia mengambil benda itu dan memperhatikannya lama, lantas ia mengalungkan liontin itu ke lehernya yang jenjang. *** Ketika Disti membuka pintu depan tokonya...