Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Sampai Jumpa - Tetangga Baru

Gambar
  Nakamura Akito menelusuri udara yang dingin. Apalagi ini adalah malam pertama turunnya salju. Semakin dingin, meski ia sudah membungkus tubuhnya dengan mantel berbulu. Nenek Hiyoko pasti sudah menungguinya di rumah. Wanita tua itu hanya menyuruhnya membeli obat pereda sakit kepala, di toko yang berada di ujung jalan. Dan untunglah ia sudah mendapatkan obat pesanan Nenek Hiyoko. Ia tidak mau berjalan ke apotek farmasi dengan menyeberangi jembatan yang lumayan jauh. “ Sepertinya akan ada penghuni baru di lingkungan ini.” Ia melihat mobil pengangkut barang yang baru saja lewat saat berangkat. Rupanya akan ada keluarga yang menempati rumah itu. Lagi. Setelah dua tahun rumah itu kosong, dan anak-anak kecil yang berada di lingkungan itu tidak berani lewat. Ada hantu.   Membuat semua orang ciut. Kousuke, anak kecil yang katanya pernah melihat bayangan putih atau entahlah, bercerita pada teman-temannya. Jadi, semua anak-anak yang sering bermain bersama Nakamura Akito jarang ...

Sampai Jumpa - Pindahan

Gambar
Di langit malam tanpa bintang. Angin malam yang lewat sangat dingin, hingga menembus mantel dan menusuk kulit. Setiap ruas jalan di sisi kiri dan kanan, membentang petakan sawah. Garis-garis penghalang selebar dua meter, juga ada yang seperempat meter membentuk liukkan ular. Keluarga Kodachi baru saja pindah ke desa Totsukawa.  Salah satu anggota keluarganya adalah seorang gadis berumur tujuh belas tahun yang berdiri di dekat tiang lampu yang redup. Matanya sibuk menatap layar ponsel yang sedang menyala, melihat sebuah berita tentang ‘Ditemukannya Mayat Di Pinggir Sungai  Kamo-Gawa’,  dan ‘Penangkapan Perdana Menteri ‘Doujin Shirakawa’ Di Kantornya’ . Sebenarnya, ia tidak begitu suka membaca berita. Ia memasang earphone ke telinga yang sejak tadi menggantung di leher. Memutar lagu, One Ok Rock yang memenuhi daftar musiknya. Saat ia ingin berpindah posisi dari tempatnya, tiba-tiba ia terpeleset dan terjengkang ke sawah. Celana dan mantelnya terkena lumpur, untung s...

Sampai Jumpa - Prolog

Gambar
  Pertama kali aku pindah sejak kelas lima SD. “Anna-chan, aku pasti akan selalu mengirim surat dan meneleponmu. Biarpun berpisah, kita akan tetap berteman.” Pembohong.... “Sampai jumpa, Anna-chan.” Aku paling benci kata-kata itu. Aku pikir, kami berteman baik. Mudah bagi seseorang untuk melupakan orang lain. Sesenang apa pun, pada akhirnya hari perpisahan tetap datang. Bahkan hingga sekarang, aku tidak pernah bertemu dengan anak yang mengucapkan sampai jumpa itu.