Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

SUAKA - Kekesalan

Gambar
“Sial,” rutuk Cakra sambil menendang mobilnya. Dia meremas rambutnya keras, karena semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Pertemuannya dengan mantan istrinya itu membuat ia hilang kendali. Apalagi mengingat perlakuannya barusan, dia tidak bisa mengendalikan diri karena terlalu marah. Cakra mengambil sepuntung rokok dan menyalakan api. Dia bersender pada kap mobil sambil sesekali menarik nafas dan mengeluarkan asap di udara. Seketika matanya memicing pada seseorang yang datang dari arah yang berbeda. Sepertinya ia kenal, tidak salah lagi, gadis muda yang ada di bar. Gadis itu tengah menenteng plastik putih. Sejenak mereka bersitatap, tapi gadis itu langsung membuang pandang ke arah lain dan mengambil langkah buru-buru. “Kau gadis bar itu, ya?” Cakra menarik lengannya. Seketika gadis itu tengadah menatap Cakra yang berada di hadapannya, lalu dengan perlahan mengangguk. “Kau tinggal di sekitar sini?” Gadis polos itu mengangguk. “Mau menemaniku minum seperti sebelumnya?” Belum saja gadis ...

SUAKA - Amarah

Gambar
Cakrawala Adib geram. Dia sering melihat mantan istrinya itu bersama si duda pemilik kafe yang ada di samping rumahnya. Cakra cemburu, dia masih menyayanginya, tapi wanita itu tidak sadar betapa besar cinta Cakra padanya. Wanita itu egois dan tidak mau bersabar untuknya. Wanita itu tidak mau menunggu dan memilih meninggalkannya. Dan sekarang mantan istrinya itu tengah berbahagia bersama lelaki lain. Tertawa dan juga mengobrol dengan lelaki lain. Sekarang Cakra berada di sini, tempat yang cukup jauh dari tempat mantan istirnya bekerja karena tidak tahan melihat kedekatan wanitanya bersama lelaki lain. Padahal sudah puluhan rencana terancang di kepalanya jika mereka bertemu. Dia akan menghampiri mantan istrinya dan membayangkan bagaimana perasaan mantan istirnya saat bertemu dengannya. Mereka akan pergi ke belakang sekolah dan mengobrol berdua, bila perlu Cakra akan minta maaf dan berjanji tidak akan membuat mantan istrinya menangis, Cakra akan memeluknya dengan penuh cinta, siapa tahu m...

SUAKA - Surat Untuk Ayah

Gambar
Seharian ini Arsa  hanya berada di kamar. Biasanya, dia selalu mengajak Fazwan bermain di kafe saat pamannya itu sedang senggang. Tapi hari ini, bocah kecil itu tidak mau diganggu. Beberapa kali Raka  mengetuk pintu kamarnya, tapi bocah kecil itu selalu menyahut “ Jangan mengganggu, aku sedang ada pekerjaan .”   Raka  tidak tahu apa yang tengah di kerjakan oleh anaknya itu di dalam kamar, bahkan bocah itu  juga  melupakan sarapan. Tidak mungkin,kan kalau dia seharian hanya mengerjakan tugas sekolah di dalam kamar?  Pikir Raka. Raka  berdiri di dekat meja salah satu pelanggannya, ada seseorang yang dikenal tengah mengulum senyum dengan kening berkerut. Mungkin heran, mengapa Si Pemilik kafe harus mendatanginya saat dia mau bersantai ria di siang hari. Wajah Raka  balas tersenyum ramah, “Apakah ada sesuatu yang istimewa di sekolah? Seharian ini anakku mengurung diri di kamar,” katanya. Wanita itu menatapnya bingung. Dia mengingat-ingat, jadi be...