SUAKA - Kekesalan
“Sial,” rutuk Cakra sambil menendang mobilnya. Dia meremas rambutnya keras, karena semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Pertemuannya dengan mantan istrinya itu membuat ia hilang kendali. Apalagi mengingat perlakuannya barusan, dia tidak bisa mengendalikan diri karena terlalu marah. Cakra mengambil sepuntung rokok dan menyalakan api. Dia bersender pada kap mobil sambil sesekali menarik nafas dan mengeluarkan asap di udara. Seketika matanya memicing pada seseorang yang datang dari arah yang berbeda. Sepertinya ia kenal, tidak salah lagi, gadis muda yang ada di bar. Gadis itu tengah menenteng plastik putih. Sejenak mereka bersitatap, tapi gadis itu langsung membuang pandang ke arah lain dan mengambil langkah buru-buru. “Kau gadis bar itu, ya?” Cakra menarik lengannya. Seketika gadis itu tengadah menatap Cakra yang berada di hadapannya, lalu dengan perlahan mengangguk. “Kau tinggal di sekitar sini?” Gadis polos itu mengangguk. “Mau menemaniku minum seperti sebelumnya?” Belum saja gadis ...