Postingan

Sampai Jumpa - Epilog

Gambar
Kyoto, 15 Juni. “Siapa yang sudah membuatmu menangis?” Nakamura Akito kecil menghampiri seorang gadis berambut pendek yang sedang berdiri di kotak pos. Gadis kecil itu menoleh, tali bajunya longgar hingga jatuh ke lengannya. Gadis kecil itu masih sesenggukan saat Nakamura Akito kecil memeluknya. “Tenanglah.” Nakamura Akito menepuk-nepuk bahu gadis itu, sementara si gadis kecil mengusap air matanya yang tak kunjung berhenti. Kotak pos yang sudah delapan hari ia kunjungi itu masih saja kosong. Gadis kecil yang tak lain adalah Kodachi Anna itu merasa kecewa, padahal di minggu-minggu sebelumnya ia selalu mendapatkan surat balasan dari temannya yang berada di Tokyo. “Apakah kau sudah merasa lebih baik?” Kodachi Anna mengangguk. Nakamura Akito melepaskan pelukannya. Ia memberikan sebuah sapu tangan dengan background balok-balok berwarna biru tua. Dengan itu Kodachi Anna mengelap pipinya yang basah. “Dia berhenti mengirimiku surat, dia juga tidak pernah meneleponku. Huwaaa.” Tangisan Kodachi...

Sampai Jumpa - Pertemuan Kembali

Gambar
Sudah tiga bulan berlalu setelah Kodachi Anna pindah dari desa Totsukawa. Kota yang ia tempati sekarang begitu hangat. Saat ini adalah musim semi. Di undakan tangga dasar halaman sekolah Miyori, Kodachi Anna duduk sendirian sambil mengutak-atik ponselnya. Sakura di sini sudah mulai berjatuhan, di sana bagaimana?   Lagi-lagi ia menghapus ketikannya. Aku ingin segera bertemu Nakamura-kun   “Ah, tidak, tidak. Apa yang akan Nakamura- kun pikirkan nanti?” Kodachi Anna menggeleng keras Tapi ia sudah terlanjur menekan tombol kirim tepat saat salah seorang temannya memanggilnya. Nakajima Mia dan Marina Yuno datang dari arah seberang sambil melambai ke arahnya. “Kodachi- san! ” teriak mereka berdua serempak. “Kenapa di sini sendirian? Makan bareng yuk!”   Nakajima Mia duduk di sampingnya. “Baiklah.”   Kodachi Anna dan Nakajima Mia kembali berdiri, mereka bertiga menuju ruang kelas. Sekarang, Kodachi Anna sudah tidak takut lagi berhubungan dengan orang lai...

Sampai Jumpa - Perpisahan

Gambar
  Nakamura Akito masih berendam lama di kamar mandi. Ia bahkan tidak mendengar seruan Nenek Hiyoko memanggilnya dari luar. Padahal sudah hampir tiga puluh menit ia berada di kamar mandi. Ketukan pintu kamar mandi berikutnya membuat ia kembali sadar dan langsung mengambil handuk dan memasang bajunya lalu hendak keluar. Hari ini adalah hari terakhir mereka bersama. Hari perpisahan, membuat Nakamura Akito selalu melamun. Bahkan saat ia berada di dalam kamar dan hendak mengambil celananya, Nakamura Akito mendesah panjang. Lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. “Dia akan pergi ya,” gumamnya pelan. Nakamura Akito menutup matanya. Bagaimanapun juga ia berusaha menahan perasaan sedihnya. Tapi air bening itu suda jatuh di atas pipi. Ia tidak tahan dan mulai menangis. Padahal kemarin ia baik-baik saja dengan perpisahan itu. Padahal ia juga yang memberikan semangat pada gadis itu, tapi lihat sekarang. Ia juga merasa paling sedih saat ini. *** Kodachi Anna duduk di beranda ru...

Sampai Jumpa - Jangan Menyerah Tentang Aku

Gambar
  Sudah lima menit Kodachi Anna berdiri di samping gerbang sekolah. Sesekali gadis itu melongokkan kepalanya, mengintip ke tempat parkiran. Biasanya, Nakamura Akito berada di sana mengeluarkan sepedanya. Mizutani Akira dan Yamaguchi Hasumi sudah lebih dulu pulang, meninggalkan mereka. Padahal, Yamaguchi Hasumi ingin pulang bersama dengan Nakamura Akito. Tapi Mizutani Akira lebih dulu menarik-narik tasnya, sepertinya gadis itu ingin memberikan ruang untuk Kodachi Anna dan Nakamura Akito, walaupun ia belum tahu permasalahannya seperti apa. Matanya tertegun sejenak. Nakamura Akito sudah berada di hadapannya. Lelaki itu menyeret sepedanya sambil menoleh pada Kodachi Anna. Ia harus menyampaikannya sekarang. Kodachi Anna mengambil langkah, mendekat kepada Nakamura Akito. “Ada yang ingin kukatakan padamu.” “Baiklah.” “Ehm....” Kodachi Anna mundur satu langkah saat tiba-tiba wajah lelaki itu berada sangat dekat dengannya.   “Ukh.” Dia memutar lewat belakang Nakamura Akito ...

Sampai Jumpa - Perasaan Bersalah

Gambar
  “Pelajaran hari ini sampai di sini.” Bel istirahat berbunyi tepat saat Pak Urahara mengakhiri kelasnya. Di ruang kelas 2 D semua murid bangun dan memberi hormat saat Pak Urahara meninggalkan kelas. Di deretan bangku belakang, seseorang sedang tidur. Tapi tidak benar-benar tidur. Ia adalah Nakamura Akito yang hari ini merasa sangat malas untuk melakukan apa pun. Ceria atau bahkan menyapa teman-temannya pun tidak. Ia berdiri dan menarik kursinya ke belakang. Kodachi Anna yang sejak tadi memperhatikannya langsung membuang pandang ke arah lain. Kodachi Anna melirik ke arah jendela. Di luar salju masih turun. Nakamura Akito melewatinya tanpa mengatakan apa pun. Kodachi Anna hanya menatap punggung lelaki itu yang keluar kelas. Wajar saja. Nakamura Akito yang biasanya menarik tangannya, menyemangatinya, dan berusaha memahaminya, kini jadi mengabaikannya. Nakamura-kun tidak akan mengerti.   Padahal Kodachi Anna hanya ingin berada di sampingnya. Tapi malah sekarang, ujung-u...

Sampai Jumpa - Sakit

Gambar
  “Kodachi Anna absen hari ini ya?” Setelah memastikan sudah memanggil nama siswanya satu per satu, Pak Urahara mulai sadar kalau Kodachi Anna hari ini tidak berada di kelas. Pak Urahara melempar pandang ke arah Nakamura Akito yang sedang melamun. Mungkin ia tahu kenapa Kodachi Anna tidak masuk hari ini. Bukankah sebelumnya mereka akrab? Menyadari tatapan tanda tanya pak Urahara, Nakamura Akito hanya mengendikan kedua bahu. Tidak tahu. Lalu ia melempar pandang ke arah lain sambil bertopang dagu. “Akito- kun , psst. Akito- kun .” Mizutani Akira setengah berbisik saat memanggil Nakamura Akito yang tak kunjung menoleh. Yamaguchi Hasumi yang duduk di depannya juga mengetuk-ketuk meja Nakamura Akito. Tapi sepertinya lelaki itu tengah larut dalam lamunannya sendiri. Hingga dengan isengnya, Yamaguchi Hasumi menarik tangan yang menopang dagunya. Sontak Nakamura Akito kaget dan melotot pada temannya yang sedang cekikikan di depannya itu. “Akira- san memanggilmu. Kau tidak dengar...