Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Sampai Jumpa - Jangan Menyerah Tentang Aku

Gambar
  Sudah lima menit Kodachi Anna berdiri di samping gerbang sekolah. Sesekali gadis itu melongokkan kepalanya, mengintip ke tempat parkiran. Biasanya, Nakamura Akito berada di sana mengeluarkan sepedanya. Mizutani Akira dan Yamaguchi Hasumi sudah lebih dulu pulang, meninggalkan mereka. Padahal, Yamaguchi Hasumi ingin pulang bersama dengan Nakamura Akito. Tapi Mizutani Akira lebih dulu menarik-narik tasnya, sepertinya gadis itu ingin memberikan ruang untuk Kodachi Anna dan Nakamura Akito, walaupun ia belum tahu permasalahannya seperti apa. Matanya tertegun sejenak. Nakamura Akito sudah berada di hadapannya. Lelaki itu menyeret sepedanya sambil menoleh pada Kodachi Anna. Ia harus menyampaikannya sekarang. Kodachi Anna mengambil langkah, mendekat kepada Nakamura Akito. “Ada yang ingin kukatakan padamu.” “Baiklah.” “Ehm....” Kodachi Anna mundur satu langkah saat tiba-tiba wajah lelaki itu berada sangat dekat dengannya.   “Ukh.” Dia memutar lewat belakang Nakamura Akito ...

Sampai Jumpa - Perasaan Bersalah

Gambar
  “Pelajaran hari ini sampai di sini.” Bel istirahat berbunyi tepat saat Pak Urahara mengakhiri kelasnya. Di ruang kelas 2 D semua murid bangun dan memberi hormat saat Pak Urahara meninggalkan kelas. Di deretan bangku belakang, seseorang sedang tidur. Tapi tidak benar-benar tidur. Ia adalah Nakamura Akito yang hari ini merasa sangat malas untuk melakukan apa pun. Ceria atau bahkan menyapa teman-temannya pun tidak. Ia berdiri dan menarik kursinya ke belakang. Kodachi Anna yang sejak tadi memperhatikannya langsung membuang pandang ke arah lain. Kodachi Anna melirik ke arah jendela. Di luar salju masih turun. Nakamura Akito melewatinya tanpa mengatakan apa pun. Kodachi Anna hanya menatap punggung lelaki itu yang keluar kelas. Wajar saja. Nakamura Akito yang biasanya menarik tangannya, menyemangatinya, dan berusaha memahaminya, kini jadi mengabaikannya. Nakamura-kun tidak akan mengerti.   Padahal Kodachi Anna hanya ingin berada di sampingnya. Tapi malah sekarang, ujung-u...

Sampai Jumpa - Sakit

Gambar
  “Kodachi Anna absen hari ini ya?” Setelah memastikan sudah memanggil nama siswanya satu per satu, Pak Urahara mulai sadar kalau Kodachi Anna hari ini tidak berada di kelas. Pak Urahara melempar pandang ke arah Nakamura Akito yang sedang melamun. Mungkin ia tahu kenapa Kodachi Anna tidak masuk hari ini. Bukankah sebelumnya mereka akrab? Menyadari tatapan tanda tanya pak Urahara, Nakamura Akito hanya mengendikan kedua bahu. Tidak tahu. Lalu ia melempar pandang ke arah lain sambil bertopang dagu. “Akito- kun , psst. Akito- kun .” Mizutani Akira setengah berbisik saat memanggil Nakamura Akito yang tak kunjung menoleh. Yamaguchi Hasumi yang duduk di depannya juga mengetuk-ketuk meja Nakamura Akito. Tapi sepertinya lelaki itu tengah larut dalam lamunannya sendiri. Hingga dengan isengnya, Yamaguchi Hasumi menarik tangan yang menopang dagunya. Sontak Nakamura Akito kaget dan melotot pada temannya yang sedang cekikikan di depannya itu. “Akira- san memanggilmu. Kau tidak dengar...

Sampai Jumpa - Jarak

Gambar
  Salju masih turun, berarti musim dingin masih terus saja mengintai. Setelah libur berkepanjangan, dan jarang berkomunikasi dengan teman-temannya, Kodachi Anna kembali menyendiri. Meskipun ia dan Nakamura Akito bertetangga, tapi lelaki itu jarang juga berkunjung ke rumahnya. Mereka bersama hanya pada saat acara menginap anggota klub astronomi di sekolah. Kodachi Anna juga sebenarnya jarang keluar. Karena cuaca dingin dan sering mendatangkan badai salju. Akhirnya ia hanya berada di rumah, bermain sendiri di kamarnya, menghabiskan waktu untuk membaca buku dan komik. Kodachi Anna mengabaikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Pandangannya fokus pada buku kecil yang sejak tadi berada di tangan kanannya. Siswa-siswi di sekitarnya tampak riuh bertegur sapa dengan teman sekelasnya, menceritakan bagaimana suasana liburan yang dialami oleh mereka masing-masing. Memperlihatkan oleh-oleh dari tempat liburan bagi yang pergi ke kota, ataupun oleh-oleh dari kerabat yang berkunjung dan berjal...

Sampai Jumpa - Keputusan Ayah

Gambar
“Apa yang membuatmu begitu senang? Saat kau bertemu dengan seseorang, lalu hubungan kalian jadi baik. Bahkan kalian mulai saling memahami, berbagi rahasia dan menyayangi satu sama lain.” “Hm ... segarnya,” Kodachi Morino baru saja keluar dari kamar mandi. Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Kodachi Uno, istrinya sedang memasak di dapur. Dari meja bar yang melingkar di dapur kecil mereka, ia menyodorkan segelas kopi hangat untuk Kodachi Morino. Asapnya masih mengepul hangat di udara. Kodachi Morino menuju kursi makan. Sedangkan Kodachi Anna yang sepertinya enggan menyentuh air barang sejenak, hanya bersantai merebahkan dagu di atas meja. Jari-jemarinya mengetuk-ketuk kulit citrus yang berada di keranjang buah. “Anna- chan juga harus mandi ya.” Kodachi Uno memindahkan semangkuk sup daging yang masih panas ke atas meja. Wanita itu menepuk kedua bahu putrinya, agar Kodachi Anna segera berdiri, tapi sepertinya gadis lebih menikmati kegiatan bermalas-malasan di atas meja...

Sampai Jumpa - Lebih Dekat Dengannya

Gambar
  Suara di dapur jadi sangat tenang. Nakamura Akito, Mizutani Akira dan Yamaguchi Hasumi sepertinya sedang menikmati sukiyaki yang sudah jadi. Kalau soal makan, mereka bisa saja melupakan Kodachi Anna dan Pak Urahara yang tidak ikut bergabung. Suara sumpit nasi Nakamura Akito terdengar, bahkan sampai kunyahannya juga. Mereka bertiga serempak menoleh saat suara derak pintu dapur. Di samping pintu yang terbuka lebar, Kodachi Anna berdiri memandangi ketiga temannya yang sedang menyantap makanan tanpa mengingat dirinya. “Ah, Anna- chan , kenapa lama sekali? Dagingnya hampir habis.” Nakamura Akito kini berbalik ke arahnya. Memandanginya sambil memegang dua sumpit di tangan kanannya. “Hei. Habiskan dulu makanmu, baru bicara.” Mizutani Akira tidak tahan melihat mulut Nakamura Akito yang sudah penuh oleh makanan, apalagi sisa remahan makanannya jatuh ke lantai. “Paman di mana? Apakah dia tidak bersamamu?” Nakamura Akito menelan semua makanannya. Lalu menghentikan kunyahannya da...