Sampai Jumpa - Aku Ada Di Sini
Lagi.
Nakamura
Akito harus bisa membuat Kodachi Anna agar ikut berperan dalam pembuatan
planetarium klub mereka. Sejak tadi, ia tetap mengekori gadis itu. Bahkan saat
mata pelajaran berlangsung, ia tetap berusaha membujuknya. Ia tidak peduli
meski gadis itu terus mengabaikannya. Semua anggota klub astronomi, pokoknya
harus ikut andil dalam pembuatan planetarium. Ini kegiatan klub, dan semua
anggota harus bertanggung jawab.
“Begini,
Anna-chan. Kita bisa belajar soal
rasi bintang dan letak bintang.”
“Aku
bisa belajar dari buku.”
“Kalau
ajak teman sekelas, kau bisa dapat teman yang lebih banyak juga.”
“Tidak
perlu.”
“Kau
bisa buat kenangan masa remaja yang indah.”
“Tidak
perlu.”
Nakamura
Akito sudah merasa kewalahan, karena Kodachi Anna tetap kukuh pada pendiriannya
yang tidak mau ikut bergabung. Sampai-sampai Yamaguchi Hasumi dan Mizutani
Akira hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua orang itu. Yang satu
sangat ingin dan bersemangat, sementara yang satunya lagi tidak mau, bahkan
tidak peduli, juga tidak tertarik. Mereka sangat bertentangan sekali.
“Kita
bisa ketemu alien juga.”
Alien? “Tidak
ada.”
“Kau
bisa bertemu dengan Yamada Toru dari kelas—”
“Tidak
kenal.”
Win!
Kodachi
Anna bisa mempertahankan diri dari ajakan Nakamura Akito. Sementara lelaki itu
hanya menggeleparkan kepalanya di atas meja. Tapi tunggu, ini semua belum
berakhir. Ia masih memiliki kesempatan lain. Ia harus menggunakan cara ini. Berhasil
atau tidak, itu urusan belakang. Kodachi Anna mau marah dan membencinya, itu urusan belakang.
“Paman
Urahara, kegiatan klub itu sebenarnya apa?”
Pak
Urahara yang sejak tadi menemani anak-anak bimbingnya itu menoleh. Ia
mengalihkan pandang dari catatannya pada Nakamura Akito. Pak Urahara tersenyum
miring, ini benar-benar rencana Nakamura Akito agar Kodachi Anna bergabung
bersama yang lainnya.
“Membuat
sekelompok siswa yang memiliki minat yang sama dan mengadakan kegiatan di luar
pelajaran,” jawabnya tegas.
Hah?
Mata
Kodachi Anna membulat. Ia menoleh ke arah Nakamura Akito yang sudah kelihatan
seperti monster dan hendak melahapnya. Lelaki itu mendekat ke arahnya,
sementara ia bergeser dari kursi lantas berdiri karena separuh pinggulnya sudah
tidak bersentuhan dengan kursi lagi.
“Jadi
... Kodachi Anna yang menolak untuk ikut, tidak bisa dianggap sebagai anggota
klub. Itu berarti kau tidak akan mendapat nilai tambahan minat dari sekolah. Kau juga tidak akan mendapat prestasi apa pun
dari klub. Kecuali jika kau benar-benar siswa yang cerdas.”
Hah? Dasar
pengecut.
Kodachi
Anna mengernyit. Kenapa lelaki itu mengancamnya?
“Aku
tidak mau tahu, pokoknya kau harus ikut. Ya? Ya?”
Nakamura
Akito mendorong tubuh Kodachi Anna, gadis itu tampak tidak terima. Ia mencoba
menahan bebannya, agar tidak terseret dorongan Nakamura Akito. Tapi tetap tidak
bisa, tubuhnya yang kecil dan sangat ringan bagi Nakamura Akito.
“Aku
tidak tertarik, tahu.”
“Ayolah!
Kalau dicoba, kau mungkin akan tertarik.”
“Yah.
Itu....”
“Mungkin
saja.”
Karena
itulah, Kodachi Anna tidak suka. Bukannya ia tidak tertarik, tapi tidak mau
nantinya ia jadi tertarik. Juga cenderung menginginkan sesuatu yang lebih dari
orang-orang yang dekat dengannya. Kenapa Nakamura Akito memaksanya pada apa
yang tidak ia inginkan? Pak Urahara sampai bersiul saking gembiranya, Mizutani
Akira selalu menyebut nama Yamada Toru saking bahagianya, sementara Nakamura
Akito kelihatan lebih dan sangat lebih ceria.
“Ehm,
Pak guru, lalu bagaimana cara membuat planetariumnya?” Yamaguchi Hasumi angkat
bicara, ia mengelus-elus dagunya penasaran. Sementara Pak Urahara mengeluarkan
proyektor dan kain dome berukuran
besar. Bentuknya seperti sangkar burung, di dalamnya ada tekstur bintang dan
kawanannya.
“Intinya,
kita akan memproyeksikan bintang di dalam kubah kardus,” seru Pak Urahara
bersemangat.
“Kalau
begitu, ayo kita cari kardus.”
“Yeay!
Tapi, aku tidak akan ikut mencari kardus.”
Nakamura
Akito mengernyit pada Mizutani Akira. Lalu apa yang akan dikerjakan oleh gadis
ini? Apakah dia mau bersantai-santai saja? Semuanya harus bekerja.
“Sebelum
itu, kita harus membuat rancangannya dulu.”
Yamaguchi
Hasumi seperti seorang leader di
antara teman-temannya. Sementara Kodachi Anna sudah merasa sangat putus asa dan
merasa bodoh sejak ia memilih masuk ke dalam klub astronomi. Ia tidak suka
bersama orang lain. Tapi mau bagaimana lagi? Ia tidak ingin keluar dari sekolah
tanpa nilai ‘minat’ ataupun dia harus
punya nilai ‘minat’ untuk membantu
nilainya yang kurang.
“Bagaimana
kalau aku saja yang buat rancangannya, dan kalian yang cari kardus.”
“Tidak
setuju.”
“Pak
guru, tolong jelaskan lebih rinci bagaimana cara membuatnya.”
“Hei,
Anna-chan, jangan abaikan aku—”
“Jangan
pedulikan aku, kau cari kardus saja sana!”
Kenapa
Nakamura Akito sangat berusaha berhubungan dengan orang lain? Padahal kalau
hubungannya semakin dekat dan semakin dalam dengan orang lain, luka yang akan
di derita akan jauh lebih besar. Nakamura Akito pasti tidak takut dengan
hal-hal yang seperti itu. Ditinggalkan Dikecewakan. Mendapat luka yang sangat
dalam, sementara Kodachi Anna sangat takut dengan hal-hal yang seperti itu.
Makanya ia berusaha sebisa mungkin menjauhinya.
“Kalau
kau tetap tidak mau, begini saja. Uhm ... sebelumnya—”
Nakamura
Akito mendekati Kodachi Anna, ia berdehem. “Aku ada di sini. Anna-chan. Aku akan selalu ada di sini, jadi
bagaimana mungkin aku tidak memedulikanmu? Karena rencana ini sudah susah payah
kita kerjakan. Jadi, ayo nanti kita nikmati bersama-sama,” seru Nakamura Akito.
Menikmati.
Beberapa
hari yang lalu, saat mereka bertemu pertama kali di malam pertama turun salju.
Nakamura Akito seceria seperti sekarang. Ia kelihatan sangat percaya diri pada
apa yang ia ucapkan. Padahal, kemarin ia bilang kalau ia masuk klub astronomi
karena terpaksa. Seharusnya, Nakamura
Akito seperti dirinya. Ini adalah tempat yang mereka sama-sama cari, yang mereka
sama-sama inginkan. Tapi....
Dia kelihatan
sangat senang sekali.
Semua
hal tentang Nakamura Akito penuh tanda tanya. Nakamura Akito yang mengucapkan Sampai Jumpa pada Kodachi Anna,
benar-benar muncul kembali di hadapan gadis itu. Ia tidak pergi selamanya,
seperti seseorang yang dulu menghilang dari hidup Kodachi Anna.
Aku ada di sini.

Komentar
Posting Komentar