Postingan

LAKUNA - Kleines Mädchen

Gambar
Garis-garis kuning pembatas polisi membentuk kotak di dekat tembok yang penuh ceceran darah itu. Cipratan darah memenuhi tembok dan jalanan gang yang sempit. Orang-orang berkumpul, ketakutan dan antisipasi bahwa kota mereka sedang tidak aman. Hari ini belum ada mayat yang ditemukan . B elum lagi, pihak polisi melarang warga masuk dan mendekat ke arah pembatas yang sudah di pasang. Rawikara dan Niscala   tengah berada di sana memeriksa barang bukti. Mereka menemukan jari-jari seorang manusia. Di lihat dari bentuknya yang kecil dan halus, diduga itu adalah jari-jari milik seorang gadis. Apalagi beberapa kasus pembunuhan yang sekarang meresahkan warga dan pihak kepolisian itu memberikan kode keras, bahwa target si pembunuh adalah pasti seorang gadis muda.   “Sepertinya dia lebih suka membuat kekacauan. Dia semakin seenaknya saja , ” kata Niscala yang langsung di setujui dengan anggukan Rawikara. Lihat saja, korban-korban   yang ditemukan tewas sebelumnya , tidak ada sat...

LAKUNA - Paint d Epict

Gambar
  “Namamu Disti, kan ?” Lelaki itu menyandarkan sebelah tangannya pada kaca mobil, sementara tangan yang lainnya fokus memegang kemudi. Sebentar-sebentar dia menghela, sebentar-sebentar dia berdehem, membuat Disti  menoleh ke arahnya setiap kali lelaki itu membuat gerakan kecil  atau mengeluarkan suara. Kali pertama mereka bertemu di rumah sakit. Disti tidak pernah berpikir bahwa ia akan satu mobil dengan lelaki paruh baya itu. Ada luka sayatan berwarna hitam di punggung tangan kirinya. “Iya,” jawab Disti. “Jangan tegang hika bersamaku ya, santai saja,” kata lelaki itu sembari tersenyum. Disti mengangguk dan membalas senyumannya. “Bagi Arya kau pasti orang baik,” ujar lelaki itu terkekeh, sementara Disti hanya mengangkat kedua alisnya  bingung. Apa yang sudah dilakukan oleh Arya? Disti tidak mengerti, bukankah mereka baru bertemu beberapa kali dan mereka tidak begitu dekat. Ini adalah kali pertama Arya main ke tempatnya, mengunjungi tokonya. Lalu lelaki itu kecelakaa...

LAKUNA - Unfall

Gambar
    “Di   mana keranjang sampahmu?”  tanya Arya  setelah ia baru saja selesai mengumpulkan sampah di bagian sudut luar Catansia . Arya tengah  memegang sapu lidi dan sekop sembari mengintip ke dalam . “ Disti, ” panggil Arya Masih terdengar suara musik yang berasal dari radio. Seketika pandangan Arya menyapu sekeliling dan melihat suasana tampak asri dan nyaman, membuat orang-orang yang tinggal di sana betah dan ingin berlama-lama tinggal. Apalagi suasana pagi yang jauh dari polusi, hanya ada aroma tanaman alam yang tumbuh merambat di pilar-pilar bangunan catansia. “Kau memanggilku?” Arya menoleh seketika melihat kepala Disti tiba-tiba menyembul dari balik pintu. “Ada di mana keranjang sampahmu?” katanya. Gadis itu kembali masuk ke dalam toko dan beberapa menit setelahnya keluar menenteng tempat sampah berwarna merah ukuran selutut.   Setelah memungut semua sampah di luar, Arya memutuskan jalan-jalan di sekitar tempat tinggal Disti. Beberapa orang meny...

LAKUNA - Astuccio

Gambar
Disti sudah bisa menjalani hari-hari seperti biasa. Lagu Amor Mio  milik Sergio Santos berasal dari radio di atas meja rendah dekat tangga .  Disti menggerak-gerakkan kemocengnya, menari seorang diri. Adenium merah terselip diantara telinga dan rambutnya. Celemek berwarna abu-abu kelihatan kotor akibat debu yang ia bersihkan dari ventilasi tokonya.    Dari kemarin dan juga hari ini, Disti kelihatan mandiri dan bersemangat. Ia mencuci semua pakaian kotornya, menjemurnya di belakang rumah, membersihkan kebun di belakang dan membersihkan gudang yang penuh debu, juga mengepel dan membersihkan dapur. Kali ini tidak ada plastik makanan, ia membersihkan tokonya kemudian menata bunga di dalam box. Setelahnya ia akan beristirahat. “Hai, apa aku mengganggu?” Betapa kagetnya Disti saat seseorang muncul dari balik pintu dan menyapanya. Pemilik wajah aristokrat itu tengah tersenyum padanya kemudian melambai. Di tangan kanannya ada sekantung platik yang sudah bisa ditebak apa isin...