SUAKA - Synopsis


Caraka Kencana memutuskan keluar dari militer setelah kematian istrinya, Lembayung Meera. Dia memutuskan untuk merawat anaknya yang masih kecil, Arsa Dipta, dan membuka sebuah bisnis kafe bernama Eudaemonia bersama sahabatnya, Fazwan Kalingga.

Belum lama ini, dua orang dari kemiliteran selalu datang berkunjung ke kafenya hendak menyuruh Raka agar kembali lagi ke kemiliteran. Di samping itu, Raka selalu dibayangi oleh masa lalu saat masih di kemiliteran. Ada keinginan untuk kembali, namun kendalanya adalah anaknya yang masih kecil, Raka tidak mau meninggalkan Arsa, meski militer adalah mimpinya sejak dulu.

Seseorang baru pindah di samping rumah mereka, seorang wanita yang hidup sendirian. Namanya Varsha Zanita, janda muda yang memutuskan pergi dari rumah dan bekerja di sebuah sekolah dasar. Alasan Varsha untuk mengajar di sekolah dasar adalah karena ia ingin merasakan kedekatan bersama anak-anak. Saudara laki-lakinya sering berkunjung, Rauly Wara, kembarannya yang sangat menyayangi Varsha. Saudara laki-lakinya tersebut lah yang membantu kepindahan Varsha.

Ngomong-ngomong soal tetangga baru, ternyata tetangganya itu adalah wali kelas Arsa di sekolah. Berawal dari pertemuan di sekolah, membuat Arsa dan gurunya jadi akrab. Hingga keakraban tersebut menular pada Raka.

Mereka sering berbagi makanan bersama, Raka juga kadang mengundang Varsha makan bersama. Hubungan mereka semakin dekat saat acara Hari Ibu di sekolah. Namun mereka tidak sadar bahwa sedang diawasi oleh Cakrawala Adib (seorang detektif sekaligus mantan suami Varsha) yang sudah lama mencari di mana keberadaan Varsha.

Kedekatan antara Raka dan Varsha menyulut api kemarahan Cakra. Suatu hari, Cakra diam-diam mendatangi rumah Varsha dan mengageti wanita itu di dalam rumah, kontan Varsha khawatir dan ketakutan karena bayangan masa lalu. Varsha yang sudah kehilangan rahim dan anak saat itu pernah mendapatkan perlakuan kejam dari mantan suaminya, Cakra.

Isi dalam rumah Varsha  berantakan. Cakra juga mengancam agar Jana tidak boleh dekat-dekat dengan Raka, karena sebenarnya Cakra sendiri masih menginginkan agar Varsha mau kembali padanya. Sayangnya, Varsha sudah terlanjur menutup hati untuk Cakra, lelaki itu menyakitinya, bahkan berani memukulnya.

Raka yang saat itu sadar rumah Varsha terbuka lebar, buru-buru masuk ke dalam rumah dan mendapati Varsha sedang menangis sendirian. Raka mengobati Varsha, lalu berawal dari itulah muncul benih-benih cinta di antara mereka berdua.

Cakra menyadari hal itu, maka ia melepaskan kekesalannya dengan sering bermain di bar, memesan gadis-gadis untuk menemaninya tiap malam. Ada seorang gadis muda yang jatuh cinta pada Cakra saat pandangan pertama, gadis itu mulai menggoda Cakra. Cakra menjadikan hal itu sebagai kesempatan, pikirnya, jika kelak dia kembali bersama Varsha, dia bisa saja memanfaatkan gadis itu untuk mendapatkan anak.

Varsha mengajak Avanti, salah seorang sahabatnya ikut bersama keluarga Raka pergi piknik bersama. Di tempat piknik, mereka semua tampak bahagia, seolah Varsha sudah menjadi salah satu bagian dari keluarga Raka. Cakra yang mengetahui hal itu marah besar, lagi-lagi dia memberantakkan seluruh isi rumah Varsha. Avanti juga kaget setelah pulang piknik mendapati rumah Varsha yang saat itu dalam keadaan berantakan. Avanti menyarankan agar Varsha mau melaporkan ulah mantan suaminya itu ke polisi, tetapi Varsha tidak mau, sebab Cakra memiliki teman-teman yang bekerja di kepolisian. Juga, yang paling ditakutkan oleh Varsha adalah balas dendam dari Cakra, setelah keluar dari penjara pasti lelaki itu semakin tidak akan melepaskannya. Lelaki itu akan semakin berulah, membuat masalah yang lebih dari ini.

Keesokan harinya, lagi-lagi Cakra diam-diam masuk ke rumah Varsha. Saat itu juga dia mendengar mereka pulang bersama, hal itu tambah menyulut kemarahan Cakra, hingga lelaki itu tak enggan menyiksa Varsha saat pulang mengajar.

Salah satu korban dari perbuatan Cakra adalah Arsa. Saat itu Raka menyuruh Arsa mengunjungi rumah wali kelasnya itu. Arsa yang menyaksikan apa yang dilakukan oleh Cakra hanya ketakutan dan tidak bisa melakukan apa-apa. Karena murka, Cakra menyiksa Arsa hingga kepalanya berdarah dan pingsan.

Kontan Varsha histeris. Varsha tidak bisa berbuat apa-apa saat menyaksikan Arsa terkapar, Cakra berbuat sesuka hatinya. Cakra mendorong Varsha ke kamar dan hampir memperkosanya. Beruntung Raka datang, dia melihat anaknya sudah terkapar penuh darah di lantai. Raka memindahkan tubuh Arsa lalu berlari menyelamatkan Varsha, memukul Cakra tanpa ampun. Sementara Varsha segera berlari keluar membawa Arsa menuju rumah Raka. Di sana Varsha mendapati Fazwan, mereka lalu bersama-sama membawa Arsa ke rumah sakit.

Sementara Raka yang masih adu tarung bersama Cakra dilerai oleh Izul, salah seorang wakil komandan mereka. Di samping itu juga, Izul memanggil polisi dan langsung meringkus Cakra. Ternyata Cakra adalah pelaku tabrak lari pada istri Raka.

Raka dan Izul langsung ke rumah sakit, mereka bertemu dengan Fazwan dan Varsha. Kemudian mereka melihat keadaan Arsa yang masih terbaring di rumah sakit. Saat Arsa sadar, dia senang bertemu dengan Raka dan Varsha yang berada di sebelahnya.

Bagian endingnya, Mereka bertiga tengah makan bersama, seperti sebuah keluarga kecil, kemudian Varsha menemukan surat dalam peti dari mendiang istri Raka, bahwa betapa istrinya sangat bangga dan bahagia memiliki Raka dan Arsa. Istrinya juga berharap agar orang yang membaca pesannya itu adalah orang yang juga bangga memiliki kedua lelaki itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampai Jumpa - Perpisahan

Sampai Jumpa - Epilog

Sampai Jumpa - Perasaan Bersalah