Postingan

Sampai Jumpa - Jarak

Gambar
  Salju masih turun, berarti musim dingin masih terus saja mengintai. Setelah libur berkepanjangan, dan jarang berkomunikasi dengan teman-temannya, Kodachi Anna kembali menyendiri. Meskipun ia dan Nakamura Akito bertetangga, tapi lelaki itu jarang juga berkunjung ke rumahnya. Mereka bersama hanya pada saat acara menginap anggota klub astronomi di sekolah. Kodachi Anna juga sebenarnya jarang keluar. Karena cuaca dingin dan sering mendatangkan badai salju. Akhirnya ia hanya berada di rumah, bermain sendiri di kamarnya, menghabiskan waktu untuk membaca buku dan komik. Kodachi Anna mengabaikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Pandangannya fokus pada buku kecil yang sejak tadi berada di tangan kanannya. Siswa-siswi di sekitarnya tampak riuh bertegur sapa dengan teman sekelasnya, menceritakan bagaimana suasana liburan yang dialami oleh mereka masing-masing. Memperlihatkan oleh-oleh dari tempat liburan bagi yang pergi ke kota, ataupun oleh-oleh dari kerabat yang berkunjung dan berjal...

Sampai Jumpa - Keputusan Ayah

Gambar
“Apa yang membuatmu begitu senang? Saat kau bertemu dengan seseorang, lalu hubungan kalian jadi baik. Bahkan kalian mulai saling memahami, berbagi rahasia dan menyayangi satu sama lain.” “Hm ... segarnya,” Kodachi Morino baru saja keluar dari kamar mandi. Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Kodachi Uno, istrinya sedang memasak di dapur. Dari meja bar yang melingkar di dapur kecil mereka, ia menyodorkan segelas kopi hangat untuk Kodachi Morino. Asapnya masih mengepul hangat di udara. Kodachi Morino menuju kursi makan. Sedangkan Kodachi Anna yang sepertinya enggan menyentuh air barang sejenak, hanya bersantai merebahkan dagu di atas meja. Jari-jemarinya mengetuk-ketuk kulit citrus yang berada di keranjang buah. “Anna- chan juga harus mandi ya.” Kodachi Uno memindahkan semangkuk sup daging yang masih panas ke atas meja. Wanita itu menepuk kedua bahu putrinya, agar Kodachi Anna segera berdiri, tapi sepertinya gadis lebih menikmati kegiatan bermalas-malasan di atas meja...

Sampai Jumpa - Lebih Dekat Dengannya

Gambar
  Suara di dapur jadi sangat tenang. Nakamura Akito, Mizutani Akira dan Yamaguchi Hasumi sepertinya sedang menikmati sukiyaki yang sudah jadi. Kalau soal makan, mereka bisa saja melupakan Kodachi Anna dan Pak Urahara yang tidak ikut bergabung. Suara sumpit nasi Nakamura Akito terdengar, bahkan sampai kunyahannya juga. Mereka bertiga serempak menoleh saat suara derak pintu dapur. Di samping pintu yang terbuka lebar, Kodachi Anna berdiri memandangi ketiga temannya yang sedang menyantap makanan tanpa mengingat dirinya. “Ah, Anna- chan , kenapa lama sekali? Dagingnya hampir habis.” Nakamura Akito kini berbalik ke arahnya. Memandanginya sambil memegang dua sumpit di tangan kanannya. “Hei. Habiskan dulu makanmu, baru bicara.” Mizutani Akira tidak tahan melihat mulut Nakamura Akito yang sudah penuh oleh makanan, apalagi sisa remahan makanannya jatuh ke lantai. “Paman di mana? Apakah dia tidak bersamamu?” Nakamura Akito menelan semua makanannya. Lalu menghentikan kunyahannya da...

Sampai Jumpa - Rasa Takut Kehilangan

Gambar
  Tidak salah lagi. Nakamura Akito pasti menyembunyikan sesuatu darinya. Ada sesuatu yang tidak diketahui oleh Kodachi Anna, di antara para anggota klub, mungkin hanya dirinya yang tidak tahu apa-apa. Tapi kenapa lelaki itu menyembunyikannya dari Kodachi Anna? “Pak guru, nasinya sudah matang.” Kodachi Anna terbelalak saat tiba di ruang klub astronomi. Orang yang dipanggil rupanya sedang bermalas-malasan tidur, menempelkan kepalanya di atas meja rapat. Dengan suara dengungan kasar dari hidungnya. Dia tertidur pulas. Kodachi Anna mendekati Pak Urahara, lalu menggerak-gerakkan tubuhnya. “Pak, ayo makan!” Ia terus saja menggerak-gerakkan tubuh Pak Urahara, meski yang didengar hanya erangan halus. Sepertinya Pak Urahara belum mau beranjak dari alam tidurnya, “Makan! Makan!” Kodachi Anna semakin keras menggerakkan tubuh Pak Urahara, sehingga sebuah lembaran foto berbentuk kotak kecil terbang di udara. Sebuah foto yang mungkin sejak tadi berada di dekat Pak Urahara. Kodachi ...

Sampai Jumpa - Menginap Di Sekolah (2)

Gambar
  Kodachi Anna mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer. Sebagian rambutnya basah, karena terkena buliran salju, juga karena mereka terlalu keasyikan bermain. Rambut Kodachi Anna yang panjang dikibas ke belakang, mesin pengering rambut berhasil menghangatkan lehernya yang kedinginan. “Apakah Pak guru belum datang? Bukankah dia yang menyuruh kita agar datang jam segini?” Mizutani Akira berceloteh. Ia menidurkan kepalanya di atas meja, lalu jemarinya menggerayang bebas, mengetuk-ketuk tanpa henti. “Dia sendiri yang terlambat. Kita semua sudah berkumpul di sini, tapi dia belum datang. Apakah jangan-jangan masih tidur ya?”   Mizutani Akira langsung tegak, mungkin saja Pak Urahara ketiduran dan lupa dengan rencana mereka untuk menginap di sekolah. “Aku coba hubungi sebentar.” Paman di mana? Kami sudah berkumpul di klub astronomi. Cepatlah! Nakamura Akito mengirim pesan yang baru saja diketik, tapi sesaat perhatiannya beralih pada Kodachi Anna yang sedang menatapnya...